Kembali terjadi dalam keluarga kami...
Air mata kembali mengalir lagi di pipi kami...
Kepergian ABDUL KODIM BIN H. ABDUL ROZAK (wak cik) begitu pilu untuk kami
Orang yang kami sayangi dan cintai telah kembali ke pelukan Allah Swt pada Hari Sabtu 27 September 2014.
Hari itu ibu, kakak, dan aku langsung pulang ke Palembang.
Hari itu kami sudah beli tiket kapal cepat, sudah, naik dan duduk di kapal. Sengaja memilih nomor kursi yang dekat dengan pintu keluar agar cepat turun, tiba-tiba petugas dari syahbandar datang dan memberi pengumuman bahwa kapal tidak dapat beroperasi karena kabut tebal di peraiaran Bangka-Palembang. Seumur-umur aku bolak balik Bangka-Palembang Palembang-Bangka ini untuk pertama kalinya ada pemberitahuan seperti itu, entah alam sedang berkonspirasi atau apalah.
Hari itu pesawat terbang juga tidak lagi ada yang jalan karena kabut.
Hari itu bagaimanapun caranya kami harus pulang.
Maka, teringat ada om yang punya speedboat, kamipun pulang dengan speedboat. air laut mengering di wajah kami hingga menjadi garam.
Lautan yang luas sungguh benar kuasa Allah segala sesuatu.
aku merasa begitu kecil teramat kecil. Allah sungguh Maha Besar.
Hari itu aku menangis.
Setibanya di Benteng Kuto Besak, kami di jemput Om jepri dan Wak Hamdi.
Mobil pun langsung meluncur menuju Pemulutan.
Rasanya air mata masih terus ingin mengalir hingga hari ini, hari ke tujuh tanpa kehadiran Wak Cik.
Setiap malam yassinan rasanya masih belum percaya bahwa Wak Cik telah tiada.
Ketika ku buka pintu kamar beliau, rasanya ingin ku temukan tubuh dan senyum Wak Cik disana untukku.
Wak Cik sudah seperti orang tuaku sendiri.
Kasih sayangnya sungguh tiada tara untuk kami semua.
Rasanya begitu cepat Wak Cik menemui Ya Allah
Kami masih ingin bersamanya.
Aku belum sempat membahagiakannya.
Aku belum sempat mengasihi dan menyayangi Wak Cik seutuhnya.
Wak Cik membahagiakan aku dari kecil hingga sekarang.
Menuruti segala keinginanku.
Masih ingat jelas semuanya dalam ingatanku.
Saat masih kecil Wak Cik menyaksikan aku bernyanyi lagu anak-anak sembari tertawa dan tersenyum
apalagi ketika Wak Cik bertanya "Bagaimana gaya beruang?"
aku saat itu langsung memonyongkan bibir kemudian mengeluarkan suara "Auuuuummm!"
saat Wak Cik pulang setiap week end, kami selalu menanti
makan sate satu keluarga itu sudah pasti, sate madura dan soto kesukaan bersama.
ketika Wak Cik baru sampai di rumah, Wak Cik langsung bersedia ketika ku minta mengajariku mengaji kilat 30 menit untuk ikut lomba hari itu. akhir dari perlombaan itu aku mendapat juara 3. bahagia rasanya.
ketika ayah dinas di luar kota dan ibu ikut, Wak Cik merasa paling bertanggung jawab menjaga aku dan kakak-kakakku. bahagia rasanya. maaf kalau aku sering bandel.
ketika Wak Cik bersedia dengan senang hati mengantarku ke sekolah, ekskul, dan ke tempat yang ingin aku kunjungi... semua terasa sempurna.
ketika ku bilang "Wak Cik aku belum pernah ke Jakabaring." sambil merengek manja
saat itu Wak Cik langsung bilang "Besok bangun pagi-pagi, kita pergi ke Jakabaring"
maka untuk pertama kalinya kau ke Jakabaring adalah bersama Wak Cik, berkeliling dan bercerita sepanjang jalan.
Masih banyak lagi hal lainnya yang selalu membuatku dibahagiakan oleh Wak Cik
AKU SAYANG WAK CIK, SANGAT SAYANG !
Kini Wak Cik sudah tiada.
Seharusnya makam Wak Cik berada di pemakaman pahlawan karena Wak Cik adalah pahlawan Indonesia. ABRI yang pernah berjuang di Timor Timur 2 kali.
Seharusnya upacara pemakaman Wak Cik terdengar dentuman tembakan dan lain sebagainya.
Seharusnya.. seharusnya...seharusnya...
Tetapi maafkan kami memilih memakamkan Wak Cik di tempat yang berbeda.
Karena kami ingin bisa selalu menjenguk Wak Cik.
Kini Wak Cik sudah terbaring di samping Bak Yai.
Aku tahu Allah lebih sayang Wak Cik
Maka Allah pun mengambil Wak Cik dari pelukan kami
Semoga Wak Cik dan Bak Yai bahagia bersama Allah
Semoga segala dosa di ampuni dan amal ibadah di terima di sisi Allah.
Semoga Wak Cik dan Bak Yai di tempatkan di surga Allah tanpa hisab. Amin Ya Rabbal alamin...
Besok lebaran, tak ada semangat untuk merayakannya kali ini, tanpa Wak Cik disisi kami.
Masih teringat ketika tubuh Wak Cik yang telah di balut kain kafan putih itu di masukkan ke liang lahat. air mataku tiada mampu ku tahan.... selamat jalan Wak Cik.
Terima kasih atas segalanya.
Bagi kami Wak Cik adalah pahlawan yang kami sayangi dan cintai selamnya.


1 komentar:
Cerita kepahlawanan yg sngat menyentuh hati. Semoga Wak Cik dan Bak Yai, bisa jadi teladan semua orang.
Semoga Miss Anita selalu disayang Allah selamanya.
Salam persaudaraan dari kami di Jepara, Jateng ya?
Nur Ahmadi (Kak Mad)
- Penemu Metode Ajaib SUBACA - 1 Jam Bisa Baca.
- Owner CV. MADINA SAKTI, Kancilan Rt.2/8, Kembang, Jepara, Jateng 59453.
Senang sekali bisa berteman dgmu. Tukeran no. Hp yuk? Insya Allah manfaat.
Jk berkenan, silakan gabung ke Grup kami ya?
- www.facebook.com/groups/metodeajaibsubaca (97.000 anggota)
- www.facebook.com/groups/creampemutihalami (48.000 anggota)
- www.facebook.com/groups/infopeluangkerja (63.000 anggota)
SMS: 0823-3100-8817 / 0857-1344-8745.
CP. 0813-2679-4215.
WA: 0856-4156-5304.
Posting Komentar