Minggu, 12 Februari 2012

Masih Diam

you are my coffee




kumainkan gelangku 1 menit 2 menit huhh entah berapa menit

kemudian kumainkan rambutku... entah berapa menit
ku tengok televisi yang menonton kebisuan diantara kita
ku alihkan pandangan kesana kemari tak ada tujuan
kadang berhenti pada satu titik sembari berpikir
bagaimana memecah kebekuan ini
tak berhasil !
1 jam 2 jam berlalu masih juga kita bisu..
beberapa kali kau coba untuk bicara tapi nyatanya kau seperti bicara dengan patung.
ya ya ya itulah aku... sulit sekali memulai kembali canda tawa seperti biasa
kau mengajakku untuk makan diluar namun aku tetap bergeming
aku tau kau lapar, demi aku kau melewatkan makan siang
lagi lagi kau berhadapan dengan patung
hampir jam 3 sore sejak kedatangan pukul 12 kurang tadi...
situasi masih tetap sama.
dalam kesunyian yang ramai (gara-gara ada acara orang nikahan musiknya gede banget)
engkau berkali-kali menghela nafas berat. begitupun aku.
untung ada musik itu, kalau tidak nyamuk-nyamuk tak akan asyik menari-nari disekitar kita.



hhaahhh berjam-jam kita duduk disini,
nampaknya tak akan cair secepat itu,
kaupun beranjak :'( *yah sedih hatiku*
tapi apa daya.....
yasudahlah...
kau berikan kotak entah apa aku tetap bergeming, kau letakkan dikursi hanya kupandangi. kau pun segera beranjak.
sebelum kau pergi kukembalikan lagi namun kau tetap memberikannya lagi padaku..
aku tetap dengan keras kepalaku, kuberikan lagi padamu, kau letakkan di pot bunga tetap kukembalikan juga.
kau tatap aku dengan mata itu, aku takut berlama-lama... takut air mataku yang tumpah... air mata kita tumpah. oh mendung langit sore ini. dinginnya membelai pipiku.
aahhh apa yang terjadi dengan kita ???
kau letakkan benda itu diatas pagar dan berlalu.
akupun berlalu....
kau sms ahh sudahlah aku tak mau benda itu, kuceritakan pada ibu.
ibu bilang aku harus mengambilnya.
tapi untuk apa ??? ah sudahlah.
ibu dengan baiknya mengambilkan benda itu.

berulang kali kau uap maaf
kau katakan tak akan melarangku lagi untuk bertanya apapun
aku tetap diam
ahh aku terlalu kekanak-kanakan ya ?

sungguh sejak pertama aku tertusuk kata-katamu, sebelum ini semua terjadi.
aku telah merenungkan dan aku sudah memaafkanmu. 
salahku juga.

0 komentar: